SMPN 2 Camba_Sebuah Memorabilia (2): Tentang Watang Bengo

SMPN 2 Camba_Sebuah Memorabilia (2):

Tentang Watang Bengo

***

wilayah bulusaraungWatang Bengo, lebih lengkapnya Dusun Watang Bengo, adalah sebuah dusun yang merupakan bagian dari Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Terletak di pegunungan Bulusaraung, di ketinggian sekitar 1000 meter di atas permukaan laut, menjadikan Watang Bengo sebuah tempat yang sejuk dan memiliki pemandangan indah. Dusun tersebut juga tak terlalu jauh dari lokasi wisata Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Di pagi hari, selalu diselimuti dengan kabut dan udara dingin. Sangat mempesona saat-saat matahari menyembul dari balik gunung; dengan kilau sinarnya yang berusaha menyibak pekatnya kabut. Memandang ke kejauhan, ialah kokohnya tebing karst dan hijaunya pepohonan Bulusaraung. Sebuah perpaduan: antara kekerasan dan kelembutan.

jln ke bengo_pattunuang-bantimurungDi sore hari, sepulang dari sawah atau kebun, orang-orang biasanya berkumpul di kawasan pasar. Sebagian ada yang nongkrong di dekat wartel Wilda, sebagian lagi main bola atau sepak takraw di lapangan tak jauh dari kawasan tersebut. Saat senja, adalah saat yang betul-betul mengagumkan. Matahari tenggelam dengan meninggalkan semburat lembayung merah jingga disertai kabut tipis melayang-layang. Sungguh menakjubkan.jln ke bengo_karaenta-bulusaraung

Sejak 2004, saya tinggal di Watang Bengo, tepatnya di rumah Puang Tappu. Sehari-hari menjalani aktifitas mengajar di SMPN 2 Camba dan, tentu saja, pergi bersawah atau berkebun.

Sebuah kehidupan yang romantik.

Mengisi masa muda di tempat seperti itu adalah pengalaman yang sangat berharga. Sebelumya, lebih dari tujuh tahun saya habiskan sebagian besar waktu saya di Makassar, kuliah dan mengajar di sekolah (SPK Polri Bhayangkara) serta beberapa tempat kursus Bahasa Inggris. Makassar, seperti halnya kota-kota besar lainnya di Negara kita, sudah penuh dengan kebisingan dan kesemrawutan. Sehari-hari persaingan kehidupan terasa begitu keras. Kemacetan dan demo adalah pemandangan sehari-hari. Kehidupan seperti itu jelas sering mendatangkan rasa jenuh.

karst karaenta-bulusaraung marosDan kemudian, terdamparlah saya di Watang Bengo. Merasakan sisi lain kehidupan. Melewati babakan yang berbeda dengan sebelumnya. Hidup, memang, punya alur tersediri – yang kadang kita sering tak bisa menebaknya.

wilayah karst sekitar wt bengo_bulusaraungTinggal di daerah pedesaan, tentu berbeda dengan daerah perkotaan. Masih kental nuansa kekerabatan dan keakraban sesama warga. Pekerjaan tidak melulu dinilai dengan uang. Contoh yang nyata dari gambaran ini bisa dilihat pada saat musim bercocok tanam. Sekali terjun ke sawah, bisa sampai puluhan orang bergotong royong menanam padi. Cara ini bergiliran, dari satu sawah ke sawah berikutnya. Pekerjaan cepat selesai, biaya pun dapat ditekan.

Meskipun terletak di daerah pedesaan, Watang Bengo bukan termasuk dusun yang sunyi. Terletak di jalan poros antara Kabupaten Maros dan Bone, menjadikan Watang Bengo selalu dilalui kendaraan siang dan malam. Secara mendetail, jalur panjang poros tersebut ialah Makassar – Maros – Watang Bengo – Bone – sampai kemudian ke Sulawesi Tenggara. Kondisi terakhir, Watang Bengo sudah menjadi ibukota kecamatan, yaitu Kecamatan Cenrana. Kecamatan ini sendiri merupakan wilayah pemekaran dari Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.persawahan di kaki bulusaraung

Untuk komunikasi sehari-hari, penduduk Bengo menggunakan sebuah bahasa daerah yang sering dikenal dengan nama Bahasa Dentong. Bahasa ini juga lazim digunakantaman nasional bantimurung-bulusaraung untuk wilayah sekitar Watang Bengo, mulai dari Dusun Kappang, Pattiro, Labuaja, Salassa, Laiya, Ma’lenreng, Lappara, Kaluku, La’nitti, Rompegading, sampai dengan perbatasan Camba. Bahasa Dentong boleh dikata merupakan ‘bahasa khas’, bahasa yang barangkali hasil dari akulturasi antara Bahasa Bugis dan Makassar. Bahasa Dentong, ada sedikit kemiripan dengan Bahasa Konjo di daerah Sinjai dan Bulukumba. Sebagai catatan, Pengguna Bahasa Konjo sendiri boleh dikata wilayahnya merupakan daerah perbatasan antara Bugis – Makassar. Tentu saja, asumsi bahwa Bahasa Dentong atau juga Konjo merupakan akulturasi dari Bahasa Bugis dan Bahasa Makassar, masih perlu penelitian lebih lanjut.

Sebagai tambahan dalam hal penggunaan bahasa, ada yang unik dari warga Bengo. Sebagian besar, bisa juga berbahasa Bugis maupun Makassar. Dengan demikian secara umum warga Bengo memiliki kemampuan empat bahasa: Bugis, Makassar, Dentong, dan tentu saja Bahasa Indonesia.wisata bantimurung

Hal lain yang menarik dari ciri khas Watang Bengo ialah saat peringatan HUT Kemerdekaan RI. Pada saat tersebut, diselenggarakan perkemahan dan panggung hiburan mulai tanggal 13 sampai 18 Agustus. Pesertanya, mulai dari anak sekolah sampai masyarakat umum. Boleh dibilang, inilah hajatan terbesar setiap tahunnya. Seluruh warga, tua-muda, laki-perempuan, semuanya tumpah-ruah di lokasi perkemahan. Para perantau pulang kampung untuk ikut merayakan sekaligus bertemu sanak keluarganya. Inilah salah satu model perayaan rakyat yang mengindikasikan betapa Indonesia memang memiliki keanekaragaman adat dan budaya.

Selama empat tahun mengajar di SMPN 2 Camba tersebut, saya memetik banyak pelajaran berharga. Betapa Negara kita adalah sebuah Negara yang besar, sebuah Negara yang heterogen, kaya akan khasanah budaya.

senja di bulusaraungYa, selamanya, SMPN 2 Camba dan Watang Bengo akan selalu menjadi sebuah kenangan dan babakan tersendiri dalam diri saya.

Menjadi sebuah sejarah perjalanan saya.

Menjadi sebuah memorabilia.

***

10 responses to “SMPN 2 Camba_Sebuah Memorabilia (2): Tentang Watang Bengo

  1. Menjadi salah satu alumni dari SMPN 2 Camba mennjadi sebuah kebanggaan buat kami,..

  2. Muhammad Hamzah Zubair

    Wah, … Mantabz, saya Alumni SMPN Limapoccoe pak, kenapa diubah jadi SMPN 2 Camba, hilang deh sejarahnya, … sy lulus tahun 1995, sekarang sy masih kuliah di Pasca Sarjana di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, sy punya visi kembali untuk membangun kampung halaman, … menjadi guru mungkin salah satu targetnya, dengan menjadi guru memajukan pendidikan adalah hal yang sangat strategis, …

  3. trims, tulisannya sy copy untuk kebaikan dan amal

  4. sebuah penjelasan yang hidup dan penuh nilai…………

  5. kunjungan balik…wah explore indonesia nih…

  6. Nice blog gan,… thx dah berkunjung ya.. :)

  7. memorabilia yang menarik, mas.
    indonesia memang menyimpan daya tarik yang luar biasa, setiap daerahnya.
    beruntunglah mas har yang berkesempatan mengunjungi, bahkan tinggal cukup lama, di daerah-daerah eksotis di indonesia.

    dan terima kasih atas komentar mas har di blog saya.
    salam hangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s